Powered By Blogger

Minggu, 18 September 2011

10 Tanaman "Indoor" yang Memikat

Berikut ini 10 tanaman dalam ruangan yang bisa Anda jadikan referensi untuk ditempatkan di dalam ruangan:
Aglaonema
Tanaman ini sempat menyandang predikat tanaman termahal. Hingga kini tanaman tersebut masih banyak digemari sebagai tanaman indoor karena tahan di dalam ruangan dengan cahaya sedikit. Daya tariknya, keluarga keladi-keladian ini bagus ditempatkan dalam pot maupun lanskap. Warna daunnya beragam, mulai merah, pink, hijau, serta putih.

Dieffenbachia
Keluarga keladi dengan daun lebar dan corak hijau kuning ini memiliki spesies asli berwarna hijau dengan bercak putih. Tanaman ini mudah tumbuh hanya dengan menyetek batangnya. Namun, bila ingin menempatkannya di dalam ruangan, sebaiknya Anda menjauhkan tanaman in dari anak-anak, karena getahnya gatal.

Anthurium daun
Tanaman berdaun lebar ini sempat menjadi tren tanaman indoor. Daun anthurium banyak jenisnya, seperti anthurium crystallium (kuping gajah). Anthurium dengan daun berbentuk hati ini diketahui mulai menjadi tanaman indoor sejak zaman kolonial Belanda. Syarat tumbuhnya sama dengan aglaoneme, yaitu suka media porus (pasir malang dan humus), tidak suka cahaya langsung, dan menyukai lembab.

Daun Suji
Tanaman ini memiliki bentuk batang lurus dengan daun kecil memanjang. Keluarga agavaceae ini bisa dikembang biakkan dengan setek batang. Suji dapat ditanam dalam pot atau ditanam di tanah sebagai border.
Calathea
Beragam jenis calathea adalah tanaman favorit dalam ruangan. Beberapa di antaranya adalah calathea lutea, calathea violacea, dan lainnya. Favorit dari jenis ini adalah calathea makoyama dengan daun bergaris-garis seperti bulu merak.

Palem kuning
Tanaman indoor ini cocok karena tahan lama di dalam ruangan. Palem ini mampu tahan sampai satu minggu tanpa dikeluarkan dan sangat cocok untuk kawasan tropis dam subtropis. Uniknya, tanaman ini dapat ditanam di tempat teduh maupun di bawah sinar matahari langsung.

Walisongo
Tanaman ini terkenal dengan nama umbrella tree karena tangkai daunnya bercabang enam menyerupai payung dengan daun berwarna hijau polos atau variegata dengan ukuran lebih kecil. Di habitat aslinya, walisongo berbentuk pohon tinggi lebih dari 5 meter. Jika ditanam di pot, tanaman ini tumbuh lebih pendek, tetapi bentuk dan ukuran daunnya tetap.

Monstera
Sama dengan anthurium daun, monstera tahan di ruangan hingga seminggu. Bila ditanam di tanah subur dan ditanam di tanah, ukuran daunnya akan melebar. Jika ditanam di dalam pot, ukuran daunnya hingga selebar telapak tangan orang dewasa.

Daun philo
Philodendron memiliki banyak variasi jenis. Untuk jenis yang ditanam dalam pot memiliki warna terang. Bentuk daun philodendron ada yang bergerigi, juga berbentuk bulat. Tanaman ini juga mudah dibudidayakan.

Lidah mertua
Tanaman berdaun tebal dengan bentuk daun seperti pedang ini juga menjadi tanaman favorit indoor. Daunnya kuat dan tahan apabila tidak rutin disiram, serta di ruangan dengan pendingin udara. Tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman penyerap polutan di dalam ruangan.

Sabtu, 17 September 2011

ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI

Arsitektur Tradisional Bali dapat diartikan sebagai tata ruang dari wadah kehidupan masyarakat Bali yang telah berkembang secara turun-temurun dengan segala aturan-aturan yang diwarisi dari zaman dahulu, sampai pada perkembangan satu wujud dengan ciri-ciri fisik yang terungkap pada lontar Asta Kosala-Kosali, Asta Patali dan lainnya, sampai pada penyesuaian-penyesuaian oleh para undagi yang masih selaras dengan petunjuk-petunjuk dimaksud

Konsep Dasar ATB

  • Orientasi Kosmologi atau dikenal dengan Sanga Mandala
  • Keseimbangan Kosmologi, Manik Ring Cucupu
  • Hierarki ruang, terdiri atas Tri Loka dan Tri Angga
  • Dimensi tradisional Bali yang didasarkan pada proporsi dan skala manusia
Orientasi Kosmologi / Sanga Mandala


Sanga Mandala merupakan acuan mutlak dalam arsitektur tradisional Bali, dimana Sanga Mandala tersusun dari tiga buah sumbu yaitu:
  1. Sumbu Tri Loka: Bhur, Bhwah, Swah; (litosfer, hidrosfer, atmosfer)
  2. Sumbu ritual: Kangin (terbitnya Matahari) dan Kauh (terbenamnya Matahari)
  3. Sumbu natural: Gunung dan Laut

Hirarki Ruang / Tri Angga

Tri Angga adalah salah satu bagian dari Tri Hita Karana, (Atma, Angga dan Khaya). Tri Angga merupakan sistem pembagian zona atau area dalam perencanaan arsitektur tradisional Bali.
  1. Utama, bagian yang diposisikan pada kedudukan yang paling tinggi, kepala.
  2. Madya, bagian yang terletak di tengah, badan.
  3. Nista, bagian yang terletak di bagian bawah, kotor, rendah, kaki.

Dimensi Tradisional Bali

Dalam perancangan sebuah bangunan tradisional Bali, segala bentuk ukuran dan skala didasarkan pada orgaan tubuh manusia. Beberapa nama dimensi ukuran tradisional Bali adalah : Astha, Tapak, Tapak Ngandang, Musti, Depa, Nyari, A Guli serta masih banyak lagi yang lainnya. sebuah desain bangunan tradidsional,harus memiliki aspek lingkungan ataupun memprhatikan kebudayan tersebut.